CDI

>> Wednesday, July 23, 2008


CDI DIGITAL TANPA BATAS The XP 301 MC CDI Ver. 57
for 14 mm pulse sensor



CDI ini adalah suatu DC sistem pengapian CDI yang menggunakan 17 transistor dan 2 Integrated sirkit, CDI ini adalah dilengkapi dengan suatu [yang] Dapat disetel Digital Advancer Pemilihan waktu untuk mempercepat atau memperlambat pemilihan waktu pengapian, menghasilkan suatu pemilihan waktu pengapian jumlah maksimum [yang] menentukan, yang manapun untuk penggunaan sehari-hari, adu kecepatan jalan atau bahkan untuk menyeret adu kecepatan CDI ini adalah mampu untuk memelihara stabilitas pengapian mesin/motor yang atas [bagi/kepada] 40.000 RPM pada 370 Volt– 375 Volt yang dikendalikan oleh suatu Pengatur Tegangan Otomatis untuk akselerasi jumlah maksimum dan kecepatan maksimum.

Specs :

- Minimum Voltage Supply : 9 Volt
- Normal Operation Voltage : 12 Volts
- Maximum Operation Voltage : 15 Volts
- DC current consumption : 0.15 – 1.5 Amp*
- Engine Rev. : 800 – 40000 RPM


sekedar info aja buat teman2 ku yng suka balap liar..belum sempat siih di compire..kita perlu uji coba untk membuktikan mana yang lebih oke..


CDI REXTOR

Dibuat oleh PT Rextor Technology Indonesia (RTI), Mengusung teknologi digital dengan multi map system. Di mana tiap gigi persneling memiliki settingan kurva pengapian tersendiri. Asumsinya masing-masing persneling punya karakter torsi maupun tenaga yang berbeda. Jadi, dengan timing pengapian yang sudah disetel tepat pada tiap giginya, torsi dan tenaga masing-masing tingkat percepatan bisa maksimal. Menurut penciptanya teknologi ini diaplikasi dari MotoGP. Untuk versi ini (digital) dibanderol Rp 350 ribu. Sementara yang dilengkapi programmable dengan 4 pilihan kurva, harganya Rp 1,5 juta. Namun pada sesi pengetesan, pengukuran disamaratakan pada posisi gigi paling akhir Satria F150 (gigi 6). Hasilnya, Rextor mampu menaikkan horse power dari 15,53 dk (std) menjadi 15,64 dk. Artinya terjadi kenaikan 0,11 HP pada putaran mesin 10.610 rpm. Sayangnya, peningkatan peak power tidak dibarengi koreksi torsi memadai. Dari hasil pengujian, torsi puncak yang diciptakan otak pengapian from Batam ini justru turun. Bila CDI standar Satria F150 mampu menghasilkan torsi maksimal 6,785 Nm/ 8.157 rpm, Rextor malah turun menjadi 6,712 Nm. Itu pun dicapai pada kitiran mesin yang lebih tinggi 17 rpm
CDI XP301
Seperti sudah dibahas pada edisi 47/XV lalu, otak pengapian yang kondang dengan dengan julukan CDI Ciomas ini menawarkan fitur hi-voltage advancer system. Yakni kurva pengapian bisa disetel secara manual hanya dengan memutar potensiometer yang ada di sisi kotak CDI. Misalnya buat harian, ada petunjuk penyetelannya tersendiri. Begitu pula buat balap. Semua tertera pada buku manual yang sudah disediakan. Nah, untuk Satria F150 tipe yang bisa digunakan yaitu XP301 Ver.39. Banderolnya Rp 850 ribu. Dari hasil pengukuran horse power lewat mesin dyno, XP versi 39 ini mampu meningkatkan tenaga Satria F150 hingga 0,27 dk. Hebatnya, tenaga puncak (15,8 dk) tersebut dicapai di putaran mesin lebih rendah ketimbang CDI standar. Yakni pada kitiran 9.535 rpm. Artinya, untuk mencapai tenaga penuh hanya butuh waktu sebentar. Pengukuran torsi pakai CDI Ciomas memimpin dibanding peserta lain. Torsi meningkat 0,3 Nm pada putaran 8.591 rpm. Kemudian menyusul CDI BRT torsi naik 0,15 Nm/8.409 rpm. part racing peningkat performa pengapian bisa menghemat bensin. Misalnya mengganti koil, busi atau CDI Racing. Berbeda jika mengganti knalpot atau melepas filter udara, pasti tambah boros Coy. Enggak percaya, nih buktinya. Dari 5 CDI racing semuanya manjur mengirit bensin. Tentunya dengan persentase bervariatif (lihat tabel hasil). Metode pengujian dilakukan dalam keadaan motor diam (statis). Tujuannya agar faktor X seperti cara mengemudi, kemacetan jalan dan lainnya bisa dieliminir. Putaran mesin sama-sama dipanteng 5.000 rpm dengan asumsi putaran menengah motor yang kerap dipakai. Agar suhu mesin terjaga diberikan pendingin kipas angin. Gelas ukur diisi bensin 50 cc lalu mesin dihidupkan. Lamanya bensin 50 cc habis diukur dengan stopwatch. Siapa yang terlama berarti paling irit. Hasilnya dikonversikan dalam persentase. CDI standar mampu bertahan sampai 281,26 detik. Lalu satu persatu giliran CDI racing. Ternyata semuanya terbukti mampu menghemat bensin. Penghematan tertinggi dicapai CDI Lampung sebesar 21,72%. Sedangkan CDI XP mampu menghemat 12,78%. Jika timing diprogramulang bisa lebih irit lagi.
by: http://www.mysportbikers.com

2 comments:

Anonymous August 7, 2008 at 6:08 PM  

wah..mas klo dokar bisa pa gak ya di kasih cdi???

Anonymous August 7, 2008 at 6:09 PM  

mas aku butuh cdi jupiter taon 2002 yng no limit..ada???


ShoutMix chat widget

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Romantico by Yoex 2008

Back to TOP